Tampilkan postingan dengan label Keanekaragaman Hayati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keanekaragaman Hayati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

Undangan Partisipasi Publik Peringatan Hari Ciliwung 11 November 2013

#HariCiliwung1111 2013
Undangan Partisipasi Publik Peringatan Hari Ciliwung 11 November 2013
8-12 November dan 14 November 2013

Hari Ciliwung adalah sebuah usaha Komunitas Ciliwung dalam memfasilitasi publik yang akan memberi apresiasi untuk usaha pemulihan dan penyelamatan Ciliwung.
Tujuan dari peringatan Hari Ciliwung adalah kampanye kepedulian publik terhadap kelestarian Sungai Ciliwung dan menuntut pemerintah sebagai pembuat kebijakan memberi perlindungan, penegakan hukum dan ada "political will" pembenahan sistem pengelolaan sungai sebagai sumber daya alam yang berkelanjutan.

hashtag #HariCiliwung1111

LATAR BELAKANG
Hari Ciliwung 11 November,pertama kali diperingati para pegiat Ciliwung sejak 2012 di Ciliwung Bojonggede, Penetapan Hari Ciliwung didasari ditemukannya binatang bulus khas Ciliwung yang langka dan terancam punah daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu Senggawangan (chitra chitra javanensis) ukuran 140 x 90 cm dengan bobot 140 kg di Ciliwung Tanjung Barat,Jakarta Selatan pada 11 November 2011 yang lalu.
Senggawangan kemudian ditetapkan menjadi Maskot Ciliwung dan tanggal penemuannya diabadikan menjadi hari Ciliwung untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa Ciliwung adalah rumah untuk banyak kehidupan satwa yang harus dilindungi dan terutama juga demi kemaslahatan manusia dalam memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan.

Pekan Festival Hari Ciliwung
RUANG LINGKUP KEGIATAN HARI CILIWUNG:

Segmen Jakarta 8-12 November 2013
Mulai Pukul 09:00 - 15:00

Acara Kegiatan : Dialog Perspektif Ciliwung, Panggung Apresiasi Ciliwung, Wisata Sungai, Pameran Foto, Pemutaran Film, Games Anak Anak, Pageralan Seni Budaya dll

Hari Tata Ruang 8 November 2013
"Harmoni Ruang dan Air untuk Hidup Lebih Baik"


Puncak Kegiatan 11 November 2013
Pusat Kegiatan di Komunitas Ciliwung Condet
Jl. Munggang No. 6, RT 10/4, Kel.Condet Balekambang
Kramat Jati - Jakarta Timur - 13530
contact person :
Eka Soeriansyah : 0821 1139 4480
Abdul Kodir : 0813 8074 8996

Segmen Bojonggede - Depok 9-10 November 2013
Peringatan Hari Pahlawan 9-10 November 2013
- Kemping 9 November dan Piket Konvoi Perahu Karet Jelajah Susur Ciliwung 10 November
Start Kampung Gelonggong Bojonggede - Finish Jembatan Kota Kembang Depok

Pusat Kegiatan di Komunitas Ciliwung Bojonggede
Ciliwung Jembatan Pargesi
Jl.H.Wahid-Kampung Gelonggong,Bojonggede,Kab.Bogor

untuk partisipasi dan keikutan peserta
contact person :
Des Taufiq ( Komunitas Ciliwung Depok ) 08129967861
Juliana Priscilla Dewi (cecil ) 083892238299
Demang Wahyu Adiyo (Mapala UI ) 085693152112

Segmen Kota Bogor 9 November 2013
Kegiatan rutin Sabtu Pagi mulung sampah di Ciliwung Sempur Kota Bogor
contact person:
Een Irawan Putra : 081388041414
Sutisna Rey :  085778431841


Segmen Puncak 14 November 2013
Pusat Kegiatan di Komunitas Ciliwung Puncak
Jl. Pra Asia Afrika Sungai Cisampay Tugu Selatan.
RUNGKUN AWI
KONSERVASI HULU CAI
contact person : Tedja Kusumah 085213154918

Air dalam bahasa sunda disebut cai sedangkan hulu berarti kepala. Kepala Air, merupakan organ terpenting dalam tubuh Ciliwung. Konservasi Ciliwung Hulu merupakan suatu hal yang seharusnya menjadi prioritas semua pihak karena hal ini menyangkut masa depan JABODETABEK.
Mau sampai kapan buang sampah ke sungai di hulu ciliwung? Mau sampai kapan menebang pohon hingga merubah fungsi Puncak sebagai zona penyangga?

Selamat Hari Ciliwung, Mari Lindungi Ciliwung...!
#SAVEOURCILIWUNG

Sabtu, 29 Juni 2013

Jelajah Taman Keanekaragaman Hayati Ciliwung 2013


“Banjir Kiriman Bogor” hal yang paling sering kita dengar dari orang Jakarta ketika musim hujan tiba. Kekhawatiran akan ancaman bencana banjir ketika Ciliwung tidak dapat lagi menampung debit air aliran dari hulu daerah Bogor.
Ini sangat berbeda pada Jakarta Tempo Dulu, musim hujan berarti rejeki untuk orang Jakarta, akan melimpah kiriman stock bambu dari Bogor dan Depok yang dibawa melalui aliran Sungai Ciliwung.

Tapi itu dulu, ketika aliran sungai masih dalam dan lebar untuk dilalui rakit bambu, sehingga rangkaian rakit dapat bergerak cepat dan lancar dibawa sampai ke Manggarai Jakarta untuk dijual ke pangkalan pengepul bambu .
Wan Yusup (70 thn) salah satu tetua pelaku tukang getek dari kampung Gelonggong Bojonggede masih mengingat masa kejayaan Ciliwung sebagai sarana transportasi menuju Jakarta.

“Dulu tahun 80′an tukang rakit Bojong selalu membawa dagangan bambunya melalui Ciliwung untuk dijual di Pasar Minggu, 1 orang bisa sampai membawa 6 rangkaian rakit dan dibawa berkonvoi dalam kelompok beberapa orang.
Sekarang 1 orang bisa membawa 3 rakit saja sudah jago, Sungai Ciliwung bertambah dangkal dan terjadi penyempitan sungai membuat medan sungai semakin sulit.”
Memori dan Semangat dari Wan Yusup yang ingin menggulang masa masa Ciliwung tempo dulu inilah membuat Komunitas Ciliwung dan Wan Yusup ingin mencoba napak tilas jalur rakit bambu Ciliwung. Perjalanan dilakukan dengan rakit bambu persis seperti yang dulu pernah dilakukan Wan Yusup, sambil melakukan pendataan  dan beberapa riset kecil mengenai Keanekaragaman Hayati Ciliwung, mencoba menyelamatkan apa yang tersisa dari Ciliwung, yang makin terancam dari kepunahan.
Team riset sendiri yang tergabung dalam Ciliwung Institute adalah teman teman dari Mapala UI, Lawalata, KPL Angsana IPB, Forest Watch Indonesia, SIOUX Ular Indonesia dan masyarakat Komunitas Ciliwung.

Riset yang akan dilakukan meliputi pengamatan dan pendataan Biodiversity dan pemetaan kondisi tutupan hijau sempadan sungai , pemantaun kualitas air melalui metode biotilik/ biomonitoring dan pendekatan kultural silaturahim dengan sesama masyarakat pinggir sungai.

Sabuk Hijau Vegetasi Hutan Bambu Cilebut- Bojonggede-Cibinong-Citayam-Depok

Bambu adalah tumbuhan alami vegetasi pinggir sungai dengan fungsi konservasi, baik untuk konservasi air maupun konservasi dan pemulihan tanah dan udara.
Beberapa fungsi ekologi dari rumpun bambu adalah menghindari erosi tanah, menaikan ketinggian muka air tanah, karena bambu dengan kemampuan menyerap dan menyimpan air hujan hingga 90 % , dibandingkan dengan pepohonan lain yang hanya bisa menyerap air hujan 35-40%, sehingga meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah dan mengalirkan menjadi mata air dan persediaan air ketika musim kemarau.
Selain manfaat ekonomi, hutan bambu juga sangat baik untuk penyerapan Co2 dan melepaskan oksigen sebagai hasil fotosintesis 35%, lebih banyak dari pohon lainnya dan sifat bambu yang mampu meredam angin kencang, suara bising dan mengurangi polusi udara.

Jadilah tidak heran bambu sering digunakan sebagai tanaman perintis di lahan kritis,  karena kemampuannya untuk menahan kelembaban dan kandungan air di dalam tanah.
Di segmen tengah Ciliwung seperti daerah Bojonggede kita akan menjumpai kualitas air sungainya lebih jernih dari bagian hulunya Ciliwung aliran Kota Bogor yang padat pemukiman dan buangan limbah rumah tangga.

Tutupan vegetasi riparian menjadi filter dan mengurai polutan dan menghasilkan banyak mata air baru sebagai pencuci dan pengencer konsentrat pencemaran.
Vegetasi bambu dan keragaman pohon lainnya yang masih lebat dan baik di pinggir sungai, membentuk satu ekosistem riparian yang sangat kaya keanekaragaman hayatiEkosistem mencakup vegetasi yang berada di kanan-kiri sungai.
Ekosistem riparian menjadi tempat perlindungan dan habitat bagi sejumlah spesies fauna seperti serangga, ikan, burung, reptil juga rumah bagi mamalia lainnya.

Revolusi Pola Pikir Mengenai Sungai Ciliwung, Hadiah Ulang Tahun Jakarta

Cerita Ciliwung tidak selalu hanya cerita negatif seperti ancaman banjir, kumuh, sampah yang menyesaki bantaran sungai ataupun limbah industri yang mengairi Ciliwung setiap menjelang sore  maupun saat malam hari tiba.
Terlalu banyak hal buruk yang diceritakan dari Ciliwung, pemberitaan media yang tidak berimbang membuat kita jenuh, secara tidak sadar mendikte menghipnotis pikiran kita seakan akan kondisi sungai Ciliwung tidak tertolong dan tidak mungkin untuk dipulihan kembali (No Hope).

Ciliwung adalah asset dengan keberagam biodiversity dan sebagai sumber daya air permukaan  adalah potensi yang harus dikembalikan fungsinya seperti sedia kala.
Apresiasi untuk Ciliwung adalah sungai sebagai laboratorium hidup biodiversity riparian, kelas tempat belajar, arena bermain dan berkumpul sosial budaya dan tempat ekowisata.
Untuk Armada Team ekspedisi susur kali ini terdiri dari 5 rakit, 3 perahu karet dan supporting 2 kendaraan darat untuk logistik.

Perjalanan diperkirakan 3 hari (21-23 Juni 2013) dari kampung Gelonggong Bojonggede Kabupaten Bogordan fisnish di Komunitas Ciliwung Condet , Jakarta Timur.
Dan sebagai misi tambahan pasukan akan mengantarkan perahu rakit/ getek dari Bojonggede ke Jakarta melalui jalur sungai dari tanggal 21-23 Juni untuk hadiah Ulang Tahun Jakarta yaitu Kegiatan Parade Getek Ulang Tahun Jakarta ke 486 Condet- Jembatan Kalibata yang akan diadakan pada tanggal 29-30 Juni 2013. Kegiatan Ulang Tahun Jakarta meliputi #OperasiPlastik Ciliwung bersih bersih Ciliwung pada tanggal 29 Juni yaitu Serbu Gunung Sampah Ciliwung dan pawai parade Getek pada tanggal 30 Juni.
Selamat Ulang Tahun Jakartaku semoga warga dan pemimpin kotaku lebih beradab memperlakukan sungai kita sebagai sumber kehidupan.

Semoga “Gerakan Nasional Pemulihan Ciliwung” segera dapat diwujudkan.

Salam Ciliwung
Sudirman Asun

Rabu, 20 Februari 2013

Ciliwung Nursery


Assalamu'alaikum..
salam sejahtera.. teman-teman konservasi.

Info:
Bismillah...
Hari Sabtu 23 Februari 2013 jam : 14.00 WIB
akan didadakan acara selamatan peluncuran program CILIWUNG NURSERY di Komunitas Ciliwung BojongGede.
diharapkan kedatangan teman-teman serta doanya agar acara ini dapat berjalan serta lancar. Amin.

Ciliwung Nursery merupakan program Komunitas Ciliwung dalam upaya pelestarian Daerah Aliran Sungai Ciliwung beserta pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat memelihara bantaran sungai.

Visi : menjadi laboratorium Keberagaman Hayati dan program pembibitan tanaman lokal yang konkrit dan berkelanjutan untuk Ciliwung yang lestari.

Misi :
- Menjadi program pemberdayaan masyarakat dalam konservasi DAS ciliwung
- Laboratorium Keberagaman Hayati yang menjadi sumber edukasi dan pemberdayaan lingkungan

Minggu, 10 Februari 2013

Pembibitan Pohon Lokal Komunitas Ciliwung

Pembibitan Pohon Lokal Komunitas Ciliwung.



Advokasi dan perlindungan pohon lokal yang terancam punah, advokasi terhadap indentitas kelokalan Indonesia.

Indonesia Bangsa yang kehilangan indentitas, seperti label bangsa agraris, bangsa bahari kita tak pernah memberi apresiasi dan kesejahteraan untuk petani dan nelayan Indonesia.

Ditengah serbuaan buah impor, maraknya penanaman pohon introduksi asing secara serampangan seperti pohon Trembesi dan pohon HTI lainnya membuat generasi baru banyak yang tidak mengenal potensi dan kekayaan pohon lokal kita.

Bibit Lokal yang diperbanyak seperti menteng, kemang, pucung, lobi lobi, alkesa, nam nam, rukem, kokosan, bisbul, kecapi, buni, jamblang, kueni, tembolok , bembem, bacang, durian, manggis, gowok, Jengkol, dan ragam jenis rambutandan bambu.

Bibit bibit ini akan ditanam sepanjang sempadan sungai dengan konsep konservasi dan pemeliharan vegetasi sempadan sungai untuk mencegah longsor dan erosi bantaran sungai Ciliwung.

Lokasi: Pembibitan Pohon Lokal
Komunitas Ciliwung Bojonggede


Kamis, 06 Desember 2012

Jamur Tudung Pengantin - Phallus Indusiatus Vent.


Jamur Tudung Pengantin Phallus indusiatus 
Vent. (1798)
(Lokasi : Ciliwung Condet 4 Des 2012)

Jamur langka yang berpenampilan cukup unik dengan struktur seperti jaring yang disebut indusium (atau kurang teknis "rok") yang menggantung dari kerucut ke lonceng berbentuk topi seperti kerudung pengantin atau cadar jaring perempuan bangsawan Eropa.

Jamur ini menghasilkan bau bauan yang menarik perhatian Serangga sehingga membantu penyebaran spora dengan mengkonsumsi Gleba dan deposito kotoran yang mengandung spora utuh untuk berkecambah di tempat lain. Meskipun fungsi indusium ini tidak diketahui pasti, secara visual dapat menarik serangga tidak dinyatakan tertarik dengan bau, dan berfungsi sebagai tangga untuk merangkak serangga untuk mencapai Gleba.

Di beberapa negara seperti China, jamur ini dimanfaatkan sebagai obat obatan dan telah berhasil di budidayakan, sangat disayangkan di Indonesia, jamur jamur yang bisa dimanfaatkan sebagai farmasi dan obat obatan belum tergarap penuh dan kurang menarik perhatiaan utnuk diadakan penelitian dan pengembangan manfaat jamur jamuran selain sebagai bahan makanan.

(dari berbagai sumber)


Jumat, 02 November 2012

Ciliwung, oleh Asih Azzahra


Apa yang akan kamu katakan jika kamu mendengar kata Ciliwung? Akan banyak pendapat mengenai apa itu ciliwung. Ciliwung dulu, sekarang dan ciliwung masa depan.

Ciliwung dulu ya ciliwung yang dulu pasti beda lah mah ciliwung sekarang (ye.. kalau gitu ane juga tau) Ciliwung dulu itu masih amat sangat bermanfaat ga kaya sekarang ini dulu Para serdadu Belanda dan masyarakat Batavia menggunakan air bersih yang mengalir di kali Ciliwung untuk kebutuhan rumah tangga. Bahwa dulu nona nona Belanda menggunakan perahu sambil menikmati keindahan ciliwung yang di sekitarnya terdapat banyak bebek atau angsa. Masa Batavia dulu, gedung kecil persegi delapan itu banyak membantu serdadu Kumpeni Belanda. Karena di situlah mengalir air bersih yg dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tak cuma bagi serdadu Kompeni Belanda tapi juga dimanfaatkan minum bagi kuda-kuda serdadu usai mengadakan perjalanan jauh. Air tersebut disalurkan dari Kali Ciliwung lewat saluran yang dibuat di bawah tanah dari batu bata. Saluran ini dimulai di Pancoran Glodok. Nama yang kini masih dipakai untuk Glodok Pancoran Jakarta Barat.

Dari gedung kecil persegi delapan ini saluran air bersih kemudian diteruskan ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Kapal-kapal yang singgah di pelabuhan ini banyak memanfaatkan air untuk kebutuhan sebelum kapal berlayar berbulan-bulan untuk mengambil rempah-rempah. Bahkan kapal-kapal bukan milik Belanda pun memanfaatkan air dari gedung kecil persegi delapan ini. Tidak hanya itu, air di masa itu masih bersih dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena memang semasa Batavia dulu Kali Ciliwung adalah sumber bahan baku air bersih untuk kebutuhan masyarakat. Konon ceritanya, sejarah nama Glodok, berasal dari suara percikan air yang berada di gedung kecil persegi delapan tersebut. Bunyi airnya gerogok gerogok…
 Sehingga kemudian bunyi yang bersumber dari gedung kecil persegi delapan itu dieja penduduk pribumi sebagai Glodok. Entah benar atau tidak, yang pasti nama Glodok itu hingga kini tetap tersohor sebagai salah satu kawasan bisnis.

itulah sekelumit Ciliwung di masa dulu yang ane tau.. Terus bagaimana dengan Ciliwung sekarang? Tanda tanya besar untuk Ciliwung sekarang entah kita sebagai rakyat Jakarta yang tidak menghargai sejarah, apalagi merawatnya. Sehingga peninggalan benda-benda bersejarah yang dimiliki, nyaris terabaikan. Air kali Ciliwung yang dulu digunakan sebagai bahan baku air bersih bagi warga, kini hanya kenangan.
Sepanjang kali Ciliwung sudah dipenuhi sampah, hingga airnya berwarna hitam kecoklat-coklatan. Sehingga, melihatnya saja, sudah tidak ingin, apalagi menggunakannya.

Begitu juga gedung kecil persegi delapan yang saat ini  masih berdiri tapi kondisinya sangat berbeda jauh  dengan situasi aslinya. Kini, gedung kecil persegi delapan itu membisu. Ia tidak mengeluarkan air lagi. Malah, sebaliknya sering dijadikan tempat untuk membuang sampah.

Perilaku rakyat Jakarta lah (termaksud kita kali yah.. hehe) dituding menjadi penyebab terjadinya banjir atau genangan. Membuang sampah sembarangan sehingga drainase menjadi tersumbat memang merupakan pemandangan sehari-hari, terutama di wilayah-wilayah sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Curah hujan yang tinggi, penumpukan sampah, pendangkalan sungai, drainase buruk, dan minimnya tanah resapan, merupakan penyebab banjir di Jakarta yang sudah lama teridentifikasi. Pesatnya urbanisasi ke Jakarta menjadi salah satu faktor kondisi ini.

Tidak diperkirakan sebelumnya, dalam kurun waktu seratus tahun saja sungai-sungai di Jakarta telah mengalami penurunan kualitas sangat besar. Pada abad XIX, air sungai-sungai di Jakarta masih bening sehingga bisa digunakan untuk minum, mandi, dan mencuci pakaian.

Bahkan ratusan tahun yang lalu, Sungai Ciliwung banyak dipuji-puji pendatang asing. Disebutkan, pada abad 25 sampai 26 Ciliwung merupakan sebuah sungai indah, berair jernih dan bersih, mengalir di tengah kota. Hal ini sangat dirasakan para pedagang yang berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa. Ketika itu Ciliwung mampu menampung 10 buah kapal dagang dengan kapasitas sampai 100 ton, masuk dan berlabuh dengan aman di Sunda Kelapa. Kini jangankan kapal besar, kapal kecil saja sulit melayari Ciliwung karena baling-baling kapal hampir selalu tersangkut sampah.
Lanjut.. Semua yang telah terjadi dengan Sungai Ciliwung biarkan terjadi karena semua yang telah kita lakukan tak dapat tertarik kembali. Sama dengan Sungai Ciliwung yang ga akan bisa berfungsi seperti semula. Sekarang ini yang perlu di pikirkan adalah bagaimana menjadikan sungai ciliwung lebih baik lagi ke depannya dan bermanfaat bagi semua makhluk hidup.
Karna ciliwung itu ada untuk kita dimanfaatkan oleh kita dan kita juga yang harus menjaganya..

Rabu, 17 Oktober 2012

Pohon Kemang




Pohon Kemang (Mangifera kemanga)
Lokasi : Pohon ( Ciliwung Kedung Lio - Pejanten Timur)
Buah ( Ciliwung Bojonggede )

Masih banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa kemang adalah nama buah, walaupun tinggal domisili di daerah Kemang, itu benar benar terjadi ketika saya dan teman teman komunitas pertama kali mencobai buah ini sewaktu kemping di Ciliwung bojonggede, beragam pendapat a
tas rasa buah esotik ini, ada yang bilang seperti rasa yogurt manis asam dan wangi, ada yang bilang seperti rasa rujak bebeg.

Kemang adalah pohon buah sejenis mangga dengan bau yang harum menusuk dan rasa yang masam manis.

Buah kemang yang masak coklat agak hijau kusam, berbincul di pangkalnya. Tak seperti binjai, buah kemang yang muda dapat dimakan, meski amat masam rasanya

Kemang terutama ditanam untuk buahnya, yang biasa dimakan segar setelah buah itu masak atau dijadikan campuran es. Buah kemang juga biasa dijadikan sari buah. Buah kemang yang muda disukai untuk bahan rujak. Demikian pula bijinya, yang dalam keadaan segar diiris-iris dan dimakan setelah dibumbui serta ditambah kecap. Daun kemang yang masih muda (kuncup) digunakan untuk lalap dan kerap dihidangkan di rumah-makan Sunda.

Hari Ciliwung

Hari Ciliwung
Klik pada gambar

Konsorsium Penyelamatan Puncak

Arsip Artikel

Cari Blog Ini

 

© 2013 Ciliwung Institute. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top