Senin, 27 Juli 2015

Launching Logo Baru Ciliwung Institute Pada 27 Juli 2015 #HariSungaiNasional

Logo Baru Ciliwung Institute Mulai 27 Juli 2015
CILIWUNG INSTITUTE
Konservasi Daerah Aliran Sungai Ciliwung


credit design logo : @fahmeejuljul


Arti Warna Logo
Biru mewakili Air, Aliran Air dan Lahan Basah
Hijau mewakili Pohon, Tumbuhan dan Tanaman
Merah mewakili  Idealisme dan Perlawanan

Filosofi Logo 
Gelombang diartikan adalah penyampaian media kampanye, bahasa dan komunikasi baru bisa tersampaikan dan dimengerti ketika disampaikan pada frekuensi dan bahasa yang sama sama dimengerti.

Hijrah atau bergeraknya air, sinar, suara semua kecepatan pergerakannya digambar dalam bentuk gelombang.

Seperti titik gelombang air yg bergerak makin menjauh semakin membesar, ada harapan gerakan pemulihan dan penyelamatan lingkungan sungai ciliwung menjadi gerakan yang semakin membesar sehingga menjadi masuk akal bisa dilakukan ketika menjadi satu gerakan besar.

Capung melambangkan biota sungai yg membutuhkan kualitas lingkungan yang sehat terutama kualitas air.
Capung juga merupakan predator bagi hama serangga pertanian hingga musuh dari jentik nyamuk.
3/4 daur hidup capung hidup di air dalam bentuk larva dan membutuhkan kualitas air yg sehat.

Capung adalah sahabat petani dan manusia karena membantu mengurangi pemakaian racun pestisida yang menjadi ancaman pencemaran air dan aliran sungai habitat capung, capung sebagai serangga predator mampu membantu mengurangi hama serangga pakan alami capung.

Contoh hubungan Simbiosis Mutualisme Capung dan Petani bisa menjadi contoh bagaimana satu bentuk konservasi yang ideal, dimana petani adalah pelaku konservasi sebenarnya, karena petani sangat bergantung pada kemurahan hati alam dan kondisi lingkungan yang baik untuk menghasilkan hasil alam yang bagus.
Pemberdayaan masyarakat dan petani diharapkan menjadi titik baru pelaku konservasi di tanah air Indonesia, kita tidak perlu seremonial #ABS Lips Service pejabat pejabat kepala pemerintah mengajak menanam 1 milyar pohon dan lain lain, namun tanpa dibuat sistem dan kebijakan yang jelas tentang jaminan perlindungan dan budaya merawat dan memelihara.

Semoga diluncurkan Logo Ciliwung Institute yang baru momentun pada Hari Sungai Nasional 27 Juli 2015 menjadi semangat baru pemulihan dan penyelamatan sungai sungai di Indonesia yang didasari oleh semangat "Konservasi Berbasis Masyarakat, Selamatkan Yang Tersisa".
Sungai bukan milik KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) apalagi penguasaan pengelolaan oleh Kemen PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang tidak tahu menahu dan mengerti soal paham Ekologi dan Habitat Ekosistem, Sungai adalah milik kita, milik petani dan milik masyarakat sebagai pelaku dan penerima manfaat Sumber Daya Air dan sekaligus penerima akibat dari bencana ketika sungai mengalami kerusakan.

Mari Selamatkan Sungai Sungai Indonesia...!!!
#SavetheRiver
Selamat Hari Sungai Indonesia..!!

Selasa, 26 Mei 2015

Kota Bogor Siap Menggelar Lomba Mulung Sampah Ciliwung Ke-7 - #LMSC7


Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dan Pemerintah Kota Bogor kembali menggelar Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Sabtu, 30 Mei 2015. Lomba tahun ini memasuki pelaksanaan ke-7 sejak digelar pertama tahun 2009. Ditargetkan 3000 warga turun ke sungai dan mengangkat 3000 karung sampah Ciliwung. Selama enam kali penyelenggaraan lomba mulung, ribuan warga Kota Bogor telah mengangkat sampah sebanyak 11.435 karung ukuran 25-50 Kg. Pada penyelenggaraan tahun 2014 kemarin, 1987 warga mengangkat 2089 karung berisi sampah anorganik dari Ciliwung.


"Grafik jumlah sampah, partisipan warga kelurahan, maupun panitia dan juri menunjukkan dinamika dari tahun ke tahun. Jumlah karung sampah yang terkumpul trennya menurun sejak 2012 meski partisipasi warga meningkat. Ini menunjukkan ada perubahan volume sampah dan tingkat kesadaran warga”, jelas Muhammad Muslich, Koordinator Lomba tahun ini.


KPC Bogor secara perlahan namun konsisten terus berupaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Meskipun belum diikuti oleh seluruh warga yang berada di bantaran Ciliwung, kompetisi ini telah menjadi momentum penting bagi Kota Bogor dan diharapkan dapat terus mendapatkan perhatian masyarakat luas. Muslich juga menambahkan Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-5 yang dilaksanakan pada tahun 2013 telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan lomba mulung sampah sungai dengan jumlah peserta terbanyak.


Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh kegiatan lomba mulung ini. Walikota Bima Arya Sugiarto menekankan komitmen pembangunan Bogor kedepan, Bogor harus menjadi kota yang ramah lingkungan, menjadi model pembangunan yang melibatkan komunitas dan warga. Selain itu juga menekankan perubahan tidak hanya fisik, tetapi juga perubahan perilaku warganya.


“Saya ingin bersama-sama komunitas, bersama warga kita mengeroyok DAS Ciliwung ini. Tidak saja untuk meringankan beban warga Jakarta, tetapi faktor kesehatan dan keselamatan warga sekitar bantaran dan juga faktor keindahan kota,” ungkap Bima Arya pada lomba mulung tahun lalu.


Sungai Ciliwung merupakan sungai yang mengalir dengan panjang kurang lebih 120 kilometer. Sungai ini dibentuk dari penyatuan aliran puluhan sungai kecil di Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Ciliwung mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah ekosistem DAS untuk menopang kehidupan masyarakat, baik di hulu maupun hilir.


Lomba Mulung Sampah merupakan kegiatan positif yang sangat unik, berbeda, dan merupakan yang pertama dalam sejarah Kota Bogor. Warga secara serentak, dalam waktu yang sama, melakukan upaya perbaikan terhadap kondisi di sepanjang aliran Ciliwung yang penuh dengan sampah. Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar kelurahan pada akhirnya menyediakan ruang bagi semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga untuk memberi dampak positif bagi lingkungan hidup dan budaya bersih. Semangat inilah yang mendorong kegiatan lomba ini menjadi agenda tahunan di Kota Bogor dan sejak tahun 2012 resmi menjadi agenda Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor. 


Sesuai dengan tema “Hayu Urang Koroyok Runtah Ciliwung”, diharapkan warga tergugah tak membuang sampah ke Sungai Ciliwung dan memperhatikan kebersihan lingkungan serta untuk menumbuhkan budaya gotong royong dan ajang silahturahmi antar warga. Lomba Mulung Sampah Ciliwung memperebutkan Piala Bergilir Ciliwung Bersih dari Wali Kota Bogor dan sejumlah hadiah menarik lainnya dari Komunitas Peduli Ciliwung dan lembaga pendukung. 


Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah jumlah peserta yang ikut berpartisipasi, jumlah karung yang dikumpulkan dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Ada 13 Kelurahan yang ikut serta, yaitu: Kelurahan Katulampa, Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Kedung Halang, Kelurahan Sukaresmi, Kelurahan Tanah Sareal dan Kelurahan Sukasari.  


KONTAK 
  
Muhammad Muslich, Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung 7 mobile phone: 081381234648, e-mail: muslich.ecology@gmail.com 

FS Putri Cantika, permintaan dokumentasi dan konfirmasi peliputan mobile phone: 08567174888, e-mail: fs.putricantika@gmail.com 

Sheila Kartika, permintaan dokumentasi dan konfirmasi peliputan mobile phone: 0856 887 1996, e-mail: sheilakartika88@gmail.com 

Anggit Saranta, mobile phone: 081388227270, e-mail: anggitworld@gmail.com

Jumat, 27 Maret 2015

Ciliwung Library - Komunitas Ciliwung Condet


Ciliwung Library adalah bentukan bersama oleh relawan Komunitas Ciliwung Condet sebagai induk organisasi dan menjadikan Ciliwung Library sebagai salah satu fasilitas dan tonggak penggerak dalam dunia keilmuan yang menjadi salah satu fokus bagi Komunitas Ciliwung Condet.
Ciliwung Library berlokasi di Basecampe Komunitas Ciliwung Condet di Jl. Munggang No. 6 Kel. Balekambang, Kec. Kramat Jati, Jakarta Timur 13530 (Hubungi Kami)
Kami berharap Ciliwung Library dapat turut berpartisipasi dalam kampanye penyelamatan lingkungan hidup khususnya pada persoalan Sungai Ciliwung sekaligus berkonsentrasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia.
Ciliwung adalah pustaka, taman ilmu …. Tersedia koleksi buku anak-anak dan lingkungan, ruang baca terbuka, ruang terbuka hijau, dekat dengan alam, tersedia aneka kegiatan terjadwal
Terbuka untuk umum:
Alamat
Jl. Munggang No. 6 (Basecamp Komunitas Ciliwung Condet)
Kelurahan Balekambang, Kec. Kramat Jati
Jakarta Timur 13530. CP. 085781074386 / 081905160710
Jam Operasional
Setiap Sabtu, Pkl. 10.00-15.00 WIB
Kami tunggu kunjungan Anda.

Selasa, 03 Februari 2015

Akademisi dan Aktivis Lintas Negara Kunjungi Penggiat Konsorsium Penyelamatan Puncak

Dosen dari ITB, UNPAD, Universitas Nijmegen-Belanda, dan Delegasi Pemerintah Tanzania mengunjungi Komunitas Rukun Awi di Puncak. Foto: Een Irawan Putra
Dosen dari ITB, UNPAD, Universitas Nijmegen-Belanda, dan Delegasi Pemerintah Tanzania mengunjungi Komunitas Rukun Awi di Puncak. Foto: Een Irawan Putra


Gerakan komunitas dalam Konsorsium Penyelamatan Puncak mulai mendapat perhatian level nasional dan internasional. Khususnya terkait riset dan aksi penyelamatan kawasan Puncak dari berbagai macam kerusakan. Terbukti dengan hadirnya beberapa pihak dalam beberapa bulan terakhir yang mengunjungi kawasan puncak untuk melihat apa yang sudah dilakukan oleh Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak. Senin (26/01) lalu, beberapa akademisi dan aktivis lingkungan dari Institute Teknologi Bandung, Universitas Pajajaran Bandung, Universitas Nijmegen-Belanda dan Both ENDS dari Belanda. Juga perwakilan dari pemerintah Tanzania-Afrika Selatan, mengunjungi kawasan puncak.

Disebuah saung kecil milik Komunitas Peduli Ciliwung Puncak, yaitu Rukun Awi mereka atusias menanyakan apa saja kegiatan riset dan aksi-aksi yang sudah dilakukan konsorsium. 
Koordinator kunjungan yaitu Dr.Ir. Dwina Roosmini, MSc dari Teknik Lingkungan ITB mengatakan ada banyak permasalahan yang terjadi terhadap sungai-sungai di Jawa Barat. Saat ini mereka sedang mencoba melakukan kajian terhadap Sungai Citarum. Kami mendapat informasi bahwa teman-teman komunitas di Puncak ini secara bersama-sama melakukan riset dan aksi untuk kawasan puncak, hulu Sungai Ciliwung. Oleh karena itu kami datang kesini untuk mengetahui apa saja yang sudah dilakukan” kata Dwina. Christa Nooy dari Both ENDS, sebuah lembaga yang banyak mendukung LSM-LSM di Indonesia yang peduli terhadap sumberdaya alam dan sumber daya air memberikan apresiasi terhadap gerakan komunitas dan masyarakat sipil di Kawasan Puncak.

Kami memang sudah lama mendukung LSM di Indonesia untuk mencoba melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi dan berbasiskan negosiasi. Konsorsium Penyelamatan Puncak, sudah menerapkan apa yang selama ini kami lakukan. Lebih menarik lagi ada sebuah lembaga pendidikan yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) ikut bergabung didalam konsorsium ini. Mereka bernegosiasi dengan banyak pihak, mulai dari level kampung sampai dengan pemerintahan untuk mengajak aksi bersama menyelamatkan kawasan hulu Sungai Ciliwung” ucapnya.

Perwakilan dari Konsorsium Penyelamatan Puncak yang juga pemilik Rukun Awi Tedja Kusuma menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan sejak tahun lalu. Tedja juga mengajak mereka mengunjungi beberapa titik sampah dan vila-vila illegal baik yang sudah dihancurkan oleh pemerintah maupun yang belum. Setelah dari Puncak, kunjungan dilanjutkan ke Kampus IPB Darmaga untuk bertemu dengan Koordinator Konsorsium Penyelamatan Puncak yang juga Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir.Ernan Rustiadi, MAgr. Setibanya di Kampus IPB dialog dan diskusi tukar pengalaman antar universitas dalam keterlibatan universitas dalam melakukan penyelamatan sungai dan lingkungan terjadi. Dr. Willem Halffman dari Institute for Science, Innovation & Society, Faculty of Science, Radboud University Nijmegen menanyakan bagaimana awalnya keterlibatan IPB dalam mendukung gerakan komunitas ini.

Bagaimana anda bisa berada di antara komunitas ini ? sehingga bisa memberikan dukungan riset dan melakukan negosiasi dengan pemerintah maupun dengan perusahaan?” kata Willem disaat bertanya dengan Ernan Rustiadi.

Disela-sela presentasi proses-proses kegiatan yang sudah dilakukan di Puncak, Ernan Rustiadi menyampaikan bahwa dia sudah 15 tahun memperhatikan dan melihat apa saja yang sudah dilakukan mahasiswanya ketika melakukan penelitian dan ketika sudah selesai melakuan penelitian.
Dulu banyak mahasiswa saya melakukan penelitian hanya untuk sebuah jurnal dan untuk kebutuhan kampus. Saat ini saya ingin penelitian dilakukan bersama masyarakat dan hasilnya bisa diterapkan bersama masyarakat. Tidak hanya untuk sebuah jurnal ilmiah” ujarnya.

Diskusi dan dialog hari itu berlangsung lebih dari tiga jam. Banyak informasi dan rencana-rencana kegiatan bersama yang muncul bersamaan dengan sesi tanya jawab. Dwina Roosmini sepulang dari Bogor akan mencoba mengajak teman-temannya dari Teknik Lingkungan ITB untuk membantu konsorsium dalam melakukan kajian kuantitas sampah yang ada di Puncak dan model pengelolaan yang tepat sesuai dengan karakteristik kawasan puncak.

Sumber : Kotahujan.com

Foto Kegiatan Ciliwung

Konsorsium Penyelamatan Puncak

Arsip Artikel

Cari Blog Ini

Memuat...

 

© 2013 Ciliwung Institute. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top