Selasa, 26 Mei 2015

Kota Bogor Siap Menggelar Lomba Mulung Sampah Ciliwung Ke-7 - #LMSC7


Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dan Pemerintah Kota Bogor kembali menggelar Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Sabtu, 30 Mei 2015. Lomba tahun ini memasuki pelaksanaan ke-7 sejak digelar pertama tahun 2009. Ditargetkan 3000 warga turun ke sungai dan mengangkat 3000 karung sampah Ciliwung. Selama enam kali penyelenggaraan lomba mulung, ribuan warga Kota Bogor telah mengangkat sampah sebanyak 11.435 karung ukuran 25-50 Kg. Pada penyelenggaraan tahun 2014 kemarin, 1987 warga mengangkat 2089 karung berisi sampah anorganik dari Ciliwung.


"Grafik jumlah sampah, partisipan warga kelurahan, maupun panitia dan juri menunjukkan dinamika dari tahun ke tahun. Jumlah karung sampah yang terkumpul trennya menurun sejak 2012 meski partisipasi warga meningkat. Ini menunjukkan ada perubahan volume sampah dan tingkat kesadaran warga”, jelas Muhammad Muslich, Koordinator Lomba tahun ini.


KPC Bogor secara perlahan namun konsisten terus berupaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Meskipun belum diikuti oleh seluruh warga yang berada di bantaran Ciliwung, kompetisi ini telah menjadi momentum penting bagi Kota Bogor dan diharapkan dapat terus mendapatkan perhatian masyarakat luas. Muslich juga menambahkan Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-5 yang dilaksanakan pada tahun 2013 telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan lomba mulung sampah sungai dengan jumlah peserta terbanyak.


Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh kegiatan lomba mulung ini. Walikota Bima Arya Sugiarto menekankan komitmen pembangunan Bogor kedepan, Bogor harus menjadi kota yang ramah lingkungan, menjadi model pembangunan yang melibatkan komunitas dan warga. Selain itu juga menekankan perubahan tidak hanya fisik, tetapi juga perubahan perilaku warganya.


“Saya ingin bersama-sama komunitas, bersama warga kita mengeroyok DAS Ciliwung ini. Tidak saja untuk meringankan beban warga Jakarta, tetapi faktor kesehatan dan keselamatan warga sekitar bantaran dan juga faktor keindahan kota,” ungkap Bima Arya pada lomba mulung tahun lalu.


Sungai Ciliwung merupakan sungai yang mengalir dengan panjang kurang lebih 120 kilometer. Sungai ini dibentuk dari penyatuan aliran puluhan sungai kecil di Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Ciliwung mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah ekosistem DAS untuk menopang kehidupan masyarakat, baik di hulu maupun hilir.


Lomba Mulung Sampah merupakan kegiatan positif yang sangat unik, berbeda, dan merupakan yang pertama dalam sejarah Kota Bogor. Warga secara serentak, dalam waktu yang sama, melakukan upaya perbaikan terhadap kondisi di sepanjang aliran Ciliwung yang penuh dengan sampah. Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar kelurahan pada akhirnya menyediakan ruang bagi semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga untuk memberi dampak positif bagi lingkungan hidup dan budaya bersih. Semangat inilah yang mendorong kegiatan lomba ini menjadi agenda tahunan di Kota Bogor dan sejak tahun 2012 resmi menjadi agenda Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor. 


Sesuai dengan tema “Hayu Urang Koroyok Runtah Ciliwung”, diharapkan warga tergugah tak membuang sampah ke Sungai Ciliwung dan memperhatikan kebersihan lingkungan serta untuk menumbuhkan budaya gotong royong dan ajang silahturahmi antar warga. Lomba Mulung Sampah Ciliwung memperebutkan Piala Bergilir Ciliwung Bersih dari Wali Kota Bogor dan sejumlah hadiah menarik lainnya dari Komunitas Peduli Ciliwung dan lembaga pendukung. 


Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah jumlah peserta yang ikut berpartisipasi, jumlah karung yang dikumpulkan dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Ada 13 Kelurahan yang ikut serta, yaitu: Kelurahan Katulampa, Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Kedung Halang, Kelurahan Sukaresmi, Kelurahan Tanah Sareal dan Kelurahan Sukasari.  


KONTAK 
  
Muhammad Muslich, Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung 7 mobile phone: 081381234648, e-mail: muslich.ecology@gmail.com 

FS Putri Cantika, permintaan dokumentasi dan konfirmasi peliputan mobile phone: 08567174888, e-mail: fs.putricantika@gmail.com 

Sheila Kartika, permintaan dokumentasi dan konfirmasi peliputan mobile phone: 0856 887 1996, e-mail: sheilakartika88@gmail.com 

Anggit Saranta, mobile phone: 081388227270, e-mail: anggitworld@gmail.com

Jumat, 27 Maret 2015

Ciliwung Library - Komunitas Ciliwung Condet


Ciliwung Library adalah bentukan bersama oleh relawan Komunitas Ciliwung Condet sebagai induk organisasi dan menjadikan Ciliwung Library sebagai salah satu fasilitas dan tonggak penggerak dalam dunia keilmuan yang menjadi salah satu fokus bagi Komunitas Ciliwung Condet.
Ciliwung Library berlokasi di Basecampe Komunitas Ciliwung Condet di Jl. Munggang No. 6 Kel. Balekambang, Kec. Kramat Jati, Jakarta Timur 13530 (Hubungi Kami)
Kami berharap Ciliwung Library dapat turut berpartisipasi dalam kampanye penyelamatan lingkungan hidup khususnya pada persoalan Sungai Ciliwung sekaligus berkonsentrasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia.
Ciliwung adalah pustaka, taman ilmu …. Tersedia koleksi buku anak-anak dan lingkungan, ruang baca terbuka, ruang terbuka hijau, dekat dengan alam, tersedia aneka kegiatan terjadwal
Terbuka untuk umum:
Alamat
Jl. Munggang No. 6 (Basecamp Komunitas Ciliwung Condet)
Kelurahan Balekambang, Kec. Kramat Jati
Jakarta Timur 13530. CP. 085781074386 / 081905160710
Jam Operasional
Setiap Sabtu, Pkl. 10.00-15.00 WIB
Kami tunggu kunjungan Anda.

Selasa, 03 Februari 2015

Akademisi dan Aktivis Lintas Negara Kunjungi Penggiat Konsorsium Penyelamatan Puncak

Dosen dari ITB, UNPAD, Universitas Nijmegen-Belanda, dan Delegasi Pemerintah Tanzania mengunjungi Komunitas Rukun Awi di Puncak. Foto: Een Irawan Putra
Dosen dari ITB, UNPAD, Universitas Nijmegen-Belanda, dan Delegasi Pemerintah Tanzania mengunjungi Komunitas Rukun Awi di Puncak. Foto: Een Irawan Putra


Gerakan komunitas dalam Konsorsium Penyelamatan Puncak mulai mendapat perhatian level nasional dan internasional. Khususnya terkait riset dan aksi penyelamatan kawasan Puncak dari berbagai macam kerusakan. Terbukti dengan hadirnya beberapa pihak dalam beberapa bulan terakhir yang mengunjungi kawasan puncak untuk melihat apa yang sudah dilakukan oleh Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak. Senin (26/01) lalu, beberapa akademisi dan aktivis lingkungan dari Institute Teknologi Bandung, Universitas Pajajaran Bandung, Universitas Nijmegen-Belanda dan Both ENDS dari Belanda. Juga perwakilan dari pemerintah Tanzania-Afrika Selatan, mengunjungi kawasan puncak.

Disebuah saung kecil milik Komunitas Peduli Ciliwung Puncak, yaitu Rukun Awi mereka atusias menanyakan apa saja kegiatan riset dan aksi-aksi yang sudah dilakukan konsorsium. 
Koordinator kunjungan yaitu Dr.Ir. Dwina Roosmini, MSc dari Teknik Lingkungan ITB mengatakan ada banyak permasalahan yang terjadi terhadap sungai-sungai di Jawa Barat. Saat ini mereka sedang mencoba melakukan kajian terhadap Sungai Citarum. Kami mendapat informasi bahwa teman-teman komunitas di Puncak ini secara bersama-sama melakukan riset dan aksi untuk kawasan puncak, hulu Sungai Ciliwung. Oleh karena itu kami datang kesini untuk mengetahui apa saja yang sudah dilakukan” kata Dwina. Christa Nooy dari Both ENDS, sebuah lembaga yang banyak mendukung LSM-LSM di Indonesia yang peduli terhadap sumberdaya alam dan sumber daya air memberikan apresiasi terhadap gerakan komunitas dan masyarakat sipil di Kawasan Puncak.

Kami memang sudah lama mendukung LSM di Indonesia untuk mencoba melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi dan berbasiskan negosiasi. Konsorsium Penyelamatan Puncak, sudah menerapkan apa yang selama ini kami lakukan. Lebih menarik lagi ada sebuah lembaga pendidikan yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) ikut bergabung didalam konsorsium ini. Mereka bernegosiasi dengan banyak pihak, mulai dari level kampung sampai dengan pemerintahan untuk mengajak aksi bersama menyelamatkan kawasan hulu Sungai Ciliwung” ucapnya.

Perwakilan dari Konsorsium Penyelamatan Puncak yang juga pemilik Rukun Awi Tedja Kusuma menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan sejak tahun lalu. Tedja juga mengajak mereka mengunjungi beberapa titik sampah dan vila-vila illegal baik yang sudah dihancurkan oleh pemerintah maupun yang belum. Setelah dari Puncak, kunjungan dilanjutkan ke Kampus IPB Darmaga untuk bertemu dengan Koordinator Konsorsium Penyelamatan Puncak yang juga Dekan Fakultas Pertanian Dr.Ir.Ernan Rustiadi, MAgr. Setibanya di Kampus IPB dialog dan diskusi tukar pengalaman antar universitas dalam keterlibatan universitas dalam melakukan penyelamatan sungai dan lingkungan terjadi. Dr. Willem Halffman dari Institute for Science, Innovation & Society, Faculty of Science, Radboud University Nijmegen menanyakan bagaimana awalnya keterlibatan IPB dalam mendukung gerakan komunitas ini.

Bagaimana anda bisa berada di antara komunitas ini ? sehingga bisa memberikan dukungan riset dan melakukan negosiasi dengan pemerintah maupun dengan perusahaan?” kata Willem disaat bertanya dengan Ernan Rustiadi.

Disela-sela presentasi proses-proses kegiatan yang sudah dilakukan di Puncak, Ernan Rustiadi menyampaikan bahwa dia sudah 15 tahun memperhatikan dan melihat apa saja yang sudah dilakukan mahasiswanya ketika melakukan penelitian dan ketika sudah selesai melakuan penelitian.
Dulu banyak mahasiswa saya melakukan penelitian hanya untuk sebuah jurnal dan untuk kebutuhan kampus. Saat ini saya ingin penelitian dilakukan bersama masyarakat dan hasilnya bisa diterapkan bersama masyarakat. Tidak hanya untuk sebuah jurnal ilmiah” ujarnya.

Diskusi dan dialog hari itu berlangsung lebih dari tiga jam. Banyak informasi dan rencana-rencana kegiatan bersama yang muncul bersamaan dengan sesi tanya jawab. Dwina Roosmini sepulang dari Bogor akan mencoba mengajak teman-temannya dari Teknik Lingkungan ITB untuk membantu konsorsium dalam melakukan kajian kuantitas sampah yang ada di Puncak dan model pengelolaan yang tepat sesuai dengan karakteristik kawasan puncak.

Sumber : Kotahujan.com

Sabtu, 27 Desember 2014

Energi Mimpi dan Harapan Publik Untuk Ciliwung Dalam 5 Tahun #HariCiliwung1111 2014

Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak
11 November 2014 Peringatan #HariCiliwung1111
Sungai Cisampay Hulu Ciliwung PTPN VIII Perkebunan Teh Gunung Mas Puncak, Cisarua
"Sinergi Penyelamatan Ciliwung, Bergerak Dari Hulu"
Ciliwung 5 Tahun Dari Hari Ini


#HariCiliwung1111 
11 November 2014
"Ciliwung 5 Tahun Dari Hari Ini"
apa mimpi dan harapan anda untuk Ciliwung dalam 5 tahun kedepan....?

"semoga sungai ciliwung yang selama 6 tahun kita geluti menjadi kenyataan menjadikan ciliwung yang bebas dari sampah dari pemerintah lebih tegas dalam membuat peraturan bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan menyediakan tempat sampah yang banyak di sekitar sungai."
(Sutisna Rey - KPC Bogor) 

"Airnya bening, bersih tidak ada sampah. Dapat dijadikan alat transportasi air."
( Rina Gusrina )


"Harapan harapan dan mimpi saya untuk ciliwung.
Ya meskipun saya ini bukan warga asli jakarta, akan tetapi saya merasa prihatin dan khawatir dengan kondisi ciliwung sekarang.

*Air bersih sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan disekitarnya*

Jadi harapan dan impian saya untuk ciliwung kedepannya
agar kondisi sungai ciliwung bisa dikembalikan seperti sejak dulu kala. Air yang bersih banyak benih ikan dan bukan benih sampah.
Semoga hari ini dan kedepannya lebih banyak lagi warga maupun masyarakat jakarta yang mau peduli serta mau bertindak untuk melestarikan sungai ciliwung lebih banyak lagi. Karena ciliwung milik kita semua. Dah gitu saja bang harapan saya.
Terima kasiiiih Dan salam LURL"
( Darius Tarantura )

" Lebih baik....dari yg sekarang menjadikan ciliwung sumber kehidupan dimana terdapat keanekaragaman hayatinya dan ekosistemnya serta kerifan lokalnya seperti puluhantahun yang lalu...."
( Ray Andree )

" Harapan saya...ciliwung jadi lebih bersih....lebih indah pastinya...."
( Ella Nurlaila )

" Sperti dahulu kala. Di mana bisa buat mandi dan mancing "
( Kanjeng Mami )

"Selamat hari Ciliwung 11-11-14. Semoga mimpi Ciliwung bersih segera terwujud. Salam dari Willamette River - Oregon, yg juga lagi berbenah untuk restorasi sungainya."
( Sudiyah Istichomah )

" Yaa Allah.. mudahkan dan ridhoi saudara saudaraku yg mencintai Engkau dan karuniaMu Sungai Ciliwung.. semoga 5 tahun ke depan minimal sdh bebas dari sampah dan limbah... teruslah semangat sdrku kawans. Aamiin "
( Astuti Juni )

" Harapan gue .....harapan pada akur ajee dee smueeee yang pada maen di Ciliwung ! "
( Tomo Garden )

" semoga Ciliwung mengalir jernih sampai jauh...hingga Teluk Jakarta &beyond "
( Sunarto Sunarto )

" Ciliwung bisa jd sungai yg cantik. Mnjd SDA yg bisa dimanfaatkan dg baik. Pemanfaatannya bisa mengangkat perekonomian masyarakat terutama di sekitarnya. Menjadi tempat yg asyik untuk di kunjungi. Bisa jd salah satu icon Indonesia."
( Phillein Sophia )

"Harapan saya ga banyak2 hehe, ciliwung bisa menjadi objek ekowisata yang mendunia..
Aamiinn.."
( Jubaedah )

"Harapan gwe semoga ciliwung dari hulu hingga hilir airnya jernih dan tidak ada bau limbah 
Dan tidak ada lgi warna air yg coklat kehitaman,dan ikannya pun semakin banyak"
( MB Caping )

"Harapan ‪#‎Ciliwung‬ 5 tahun kedepan: Masih ada airnya. :LoL"
( rahim - R.a. Budi Santoso )

"Semua mimpi tentang ciliwung sprti nya sdh semua di utarakan oleh kawan2 di share...
Sy mah ingin segera bangun dari mimpi2 itu....sy tdk ingin trlalu lama bermimpi,ingin segera trbangun,ingin segera terlaksana dgn apa yg semua kt impikan ttg ciliwung....
Walau mimpi itu indaaahh,tp ketika itu hanya mimpi sama sj bohong krna semua itu hanya mimppiiiiii.. "
( Mogie Alay W Lah - Hulu Ciliwung Desa Tugu Utara )

"Ciliwung tidak lagi di salahkan oleh warga Jakarta saat musim hujan. Ciliwung sebagai teman dan dapur alami bagi kita semua.."
( Emma Rachmawati )

"Harapan saya...Smoga sungai ciliwung dpt mmberikan bnyk manfaat bagi org2 d skitarny & smoga tampilan sungai yg sudah tua ini bsa terlihat lbih indah..."
( Arina Wijayanti )

"bersih tnpa sampah dan jg pinggiran kali tnpa ada bangunan liar kecuali hanya pohon yg ada di skitar pingir kali "
( Keonk Virgo )

"Harapan saya gak terlalu muluk, ciliwung kembali spt saya kecil dulu.....getek bisa lewat... banyak ikan udan udang"
( R AjimasAli Ngumbe Sosrosabendino )

"Mimpi gw Ciliwung 5th kedepan masyarakat sadar akan kebutuhan dasar air dan bs slallu menjaga kelestarian lingkungan."
(Syaril Sidiq )

" Tidak menyebabkan banjir dan tidak banyak sampah serta sepadan sunganya dijadikan area konservasi..."
( Elang Jawa - Sioux )

"Mimpi dan harapan untuk ciliwung smoga dpt menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat disekitar aliran ciliwung dgn memanfaatkan sgala macem potensi yg ada.. Bsa menjadi sarana wisata yg asri, bsa menjadi sarana irigasi untuk penanaman, bsa sebagai sarana untuk pengelolaan air bersih yg siap pakai dan yg utama bsa slalu terjaga kebersihan dan keasriannya.. 
Jgn jadikan sungai sebagai tempat akhir pembuangaan, tapi jadikan sungai sebagai tempat awal untuk memulai kebersihan..
Aamiin"
( Krisna - SIGI )

"Aku yakin Ciliwung di 5 tahun ke depan jauh lebih hidup dgn semakin banyaknya penggila selfie yg tak lagi malu berfoto dgn pemandangan ciliwung yg semakin cantik dan ekosistem sungai yg Insya Allah jg terpelihara dgn baik, 
makanya ayoo rame2 tengok ciliwung, jgn selfie di mall mulu, dulu ciliwung itu primadona loh, bismillah.. ayooo ajak ciliwung tersenyum kembali dan bisa seindah sungai2 di eropa."
( Juliana Priscilla 
Dewi )

"Harapanku untuk Ciliwung di tumbuhi rerindang pohon di kanan kiri bantaranya. Berair jernih, dimanfaatkan kembali oleh masyarakat yang tinggal di Das Ciliwung dari hulu hingga hilir. Save our Ciliwung save our Ci haliwung. Wariskan budaya bersih, wariskan pada anak cucu kita di massa depan Ciliwung adalah sumber kehidupan bagi mahluk hidup seperti ikan, biota air dan manusianya."
( Hari Kikuk )

Harapan saya utk Ciliwung, semoga semakin banyak masyarakat yg peduli sehingga bisa membuat suara yg lebih terdengar oleh masyarakat, pemerintah dan para pemangku kepentingan! Harapan kepada para pejuang Ciliwung, baik Condet, Bojonggede, Puncak dan Depok, semogga komitmen dan pengabdiannya dapat mencapai harapan 2 yg telah dibangun!
(Azizah Nasution )

"Ciliwung menjadi lebih bermartabat dn dihargai..."
( Yuni Prihayati )

"bermimpi utk bisa berenang nyemplung dan duduk di bebatuan sambil baca dgn kawan-kawan di Ciliwung yg doeloe banget masih bersih dan aman"
( Roosa Sibarani )

" sungai ini jadi tempat belajar ku ngukur arus air, ngukur lebar sungai lho ...harapan 5 tahun kedepan...bersih...bs buat duduk2 di pinggirnya sama anak...biar dia tau sungai yg bener itu harusnya kayak apa....sekarang disuruh nongkrong di pinggirnya???males bangettttt........ " 
( Sita Daryono )


"Harapan untk ciliwung..berharap lbih bersih,rapih dan smakin bnyk org yg peduli terhdp ciliwung dgn aksi aksi nyata terus menerus dan smoga airnya tetap mengalir"
( Hendra Gunawan MI )

" Konservasi tidak terbatas pada perlindungan terhadap fungsinya untuk menyalurkan debit banjir dengan membuat tanggul dan memperlebar tampang sungai, tapi juga sebagai sumber air (tidak tercemar), 
serta perlindungan ekosistem sungai, di mana pemerintah juga menyediakan sempadan untuk menanam pohon besar, dengan jarak sejauh jauhnya 300 m."
( Harto Ssh )

Foto Kegiatan Ciliwung

Konsorsium Penyelamatan Puncak

Arsip Artikel

Cari Blog Ini

Memuat...

 

© 2013 Ciliwung Institute. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top